Selasa, 27 September 2016

RUANG LINGKUP DAN PENDEKATAN-PENDEKATAN DALAM PSIKOLOGI SOSIAL



KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan pertolonganNya kami mempunyai kesempatan untuk menyelesaikan pembuatan makalah yang dibuat untuk memenuhui tugas dalam mata kuliah psikologi sosial.
Kami menyadari dan menyakini bahwa makalah ini, masih jauh dari kata sempurna, masih banyak kekurangan dan kesalahan yang kami sadari ataupun kami tidak sadari. Oleh karena itu, kami mengaharapkan kritik dan saran dari makalah ini, agar dimasa yang akan datang kami bisa membuat makalah yang lebih baik lagi. Namun meskipun makalah ini, jauh dari kata sempurna kami berharap  agar makalah ini  semoga dapat bermanfaat.
Kami  mengucapkan  terimakasih pada semua pihak yang telah membantu dan mendukung dalam pembuatan makalah ini. Demikian kata pengantar dari kami atas perhatian para pembaca sekalian kami mengucapkan terimah kasih.

                                           

DAFTAR ISI




BAB I

PENDAHULUAN


A.  Latar Belakang

Psikologi Sosial adalah psikologi dalam konteks sosial. Seperti yang telah kita ketahui, psikologi adalah ilmu tentang perilaku, sedangkan sosial disini adalah interaksi antar individu atau antarkelompok dalam masyarakat. Jadi psikologi sosial dapat diterapkan dalam konteks keluarga, sekolah, teman, kantor, politik, Negara, lingkungan, organisasi dan sebagainya. Psikologi sosial tidak mempelajari perilaku yang tidak kasat mata dan tidak terukur. Dengan demikian, psikologi sosial menghubungkan aspek-aspek psikologi sosial dari perilaku sosial dengan proses dan struktur kognitif yang lebih mendasar.
Atas dasar itulah, maka kelompok dan dinamikanya menjadi pokok bahasan yang penting dalam psikologi sosial. Dalam kehidupan, individu tak pernah lepas dari kelompok ketika individu lahir, ia adalah bagian dari kelompok kecil yang dinamakan keluarga. Selanjutnya, individu menjadi anggota dari berbagai kelompok di lingkungan rumah, sekolah, tempat kerja, dan ditengah masyarakat. Individu beraktivitas dan berkembang bersama orang-orang didalam kelompok. Hal itu menimbulkan terjadinya saling mempengaruhi antara individu dan kelompok. Individu mendefinisikan diri berdasarkan kelompoknya dan bahkan kerap kehilangan keunikan diri karena membaur dalam kelompok.
Individu dalam kelompok dapat diartikan sebagai seseorang yang berperan dalam suatu kelompok yang memilki tujuan yang sama dengan apa yang diharapkan oleh kelompok dimana mereka berada. Dari pengertian diatas dapat diartikan bahwa kelompok merupakan suatu susunan organisasi yang memiliki tujuan bersama dan memiliki ketergantungan antara satu dengan yang lainnya. Kelompok juga dapat diartikan sebagai suatu kesatuan beberapa individu yang bertahan dalam kelompok dalam pencapaian tujuan bersama

B.  Rumusan Masalah

a.       Bagimana  ruang lingkup psikologi sosial ?
b.      Bagaimana pendekatan-pendekatan dalam psikologi sosial ?

C.  Tujuan

a.       Mengetahui bagaimana ruang lingkup dalam psikologi sosial.
b.      Mengetahui pendekatan-pendekatan dalam psikologi sosial.



BAB II

PEMBAHASAN


A.  Ruang Lingkup Psikologi Sosial

Psikologi Sosial yang menjadi objek studinya adalah segala gerak gerik atau tingkah laku yang timbul dalam konteks sosial atau lingkungan sosialnya. Oleh karenanya masalah pokok yang dipelajari adalah pengaruh sosialnya. Hal ini, terjadi karena pengaruh sosial inilah yang mempengaruhi tingkah laku individu. Berdasarkan inilah, Psikologi Sosial membatasi diri dengan mempelajari dan menyelidiki tingkah laku individu dalam hubungannya dengan situasi pengaruh sosial.
Objek pembahasan dari Psikologi Sosial tidaklah berbeda dengan psikologi secara umumnya. Hal ini, bisa dipahami karena Psikologi Sosial adalah salah satu cabang ilmu dari psikologi. Bila objek pembahasan psikologi adalah manusia dan kegiatannya, maka Psikologi Sosial adalah kegiatan-kegiatan sosialnya. Masalah yang dikupas dalam psikologi umum adalah gejala-gejala jiwa seperti perasaan, kemauan, dan berfikir yang terlepas dari alam sekitar.
Sedangkan dalam Psikologi Sosial masalah yang dikupas adalah manusia sebagai anggota masyarakat, seperti  hubungan individu dengan individu yang lain dalam kelompoknya.
Psikologi Sosial dalam membicarakan objek pembahasannya dapat pula bersamaan dengan sosiologi. Masalah-masalah sosial yang dibicarakan dalam sosiologi adalah kelompok-kelompok manusia dalam satu kesatuan seperti macam-macam kelompok, perubahan-perubahannya, dan macam-macam kepemimpinannya. Sedangakan dalam Psikologi Sosial adalah meninjau hubungan individu yang satu dengan yang lainnya seperti bagaimana pengaruh terhadap pimpinan, pengaruh terhadap anggota dan pengaruh terhadap kelompok lainnya.
Persamaaaan-persamaan pembahasan sebagaimana penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa ruang lingkup pembahasan Psikologi Sosial berada pada ruang antara psikologi dan sosiologi. Psikologi Sosial merupakan bagian dari psikologi yang secara khusus mempelajari tingkah laku manusia atau kegiatan-kegiatan manuisa dalam hubungannya dengan situasi-situasi sosialnya.
Psikologi sosial bertujuan untuk mengerti suatu gejala atau fenomena. Dengan mengerti suatu fenomena, kita dapat membuat peramalan-peramalan tentang kapan akan terjadinya fenomena tersebut dan bagaimana hal itu akan terjadi. Selanjutnya, dengan pengertian dan kemampuan peramalan itu, kita dapat mengendalikan fenomena itu sampai batas-batas tertentu. Inilah sebetulnya tujuan dari ilmu, termasuk psikologi social. (namun, tentu saja tidak selalu kalau kita bisa mengontrol suatu gejala kecuali kita sudah mengerti betul tentang gejala itu. Seorang pengemudi mobil misalnya,dapat mengendalikan mobilnya tanpa ia mengrti betul tentang mekanisme yang menggerakkan mobil tersebut).[1]

B.  Pendekatan-Pendekatan dalam Psikologi Sosial

Ilmu Psikologi sosial adalah ilmu yang mempelajari tentang sebab-sebab terjadinya perilaku dan pemikiran individual dalam konteks situasi sosial. Dalam menganalisa sebab-sebab tingkah laku tersebut psikologi sosial memiliki beberapa teori pendekatan-pendekatan dalam psikologi sosial yaitu :
1.         Teori genetik (Biologis)
Pendekatan Genetik atau Biologis adalah Pendekatan yang menitik beratkan  bahwa perilaku manusia bersifat genetik atau bawahan dari lahir yang mana perilaku tersebut tidak dipelajari. Dan pendekatan ini juga beramsusikan bahwa sebab-sebab perilaku ini, merupakan manifestasi atau perwujudan dari sebuah naluri manusia. Jadi pendekatan ini, menyimpulkan bahwa sebab-sebab manusia berperilaku atau bertingkah laku berdasarkan naluri, dan genetik.
2.       Teori belajar/perilaku
Pendekatan belajar melihat perilaku atau tingkah laku individu melalui situasional dan lingkungan-lingkungan sebagai penyebab tingkah laku tersebut. Dalam teori ini  terdapat tiga pendekatan; proses belajar operant, proses belajar sosial, dan kerja sama dengan individu yang lebih. Proses belajar melalui pendekatan operant dalam mengamati perilaku manusia didasari atas stimulus-respons. Ini berarti tingkah laku itu seperti reflek tanpa kerja mental sama sekali. Sedangkan proses belajar sosial mengakui adanya faktor internal (kognitif) sebagai penyebab tingkah laku disamping juga faktor-faktor eksternal (lingkungan). Perilaku baru diperoleh karena seseorang melakukan suatu modelling pada pengamatannya terhadap perilaku yang terjadi. Pendekatan ketiga dalam teori belajar adalah kerja sama dengan individu yang dianggap lebih mahir (orang tua, kakak, guru, dan sebagainya).
3.       Teori insentif
Pendekatan Insentif ini menitikberatkan bahwa perilaku indivdu dilihat bahwa orang memperhitungkan keuntungan dan kerugian berbagai tindakan berdasarkan Rasional. Jadi teori ini melihat bahwa perilku individu berdasarkan keputusan rasional yag dibuat orang yang mempertimbangkan kerugian dan keuntungan. Artinya individu sebelum melakukan sesuatu individu harus menimbang baik buruknya sesuatu kemudian mengambil alternatif yang terbaik.
4.       Teori psikoanalisa
Pendekatan psikoanalisa berpandangan bahwa sebagian terbesar tingkah laku manusia digerakkan oleh daya-daya seperti motif-motif, konflik-konflik, dan kecemasan-kecemasan. Sigmund Freud meyakini bahwa kehidupan individu sebagian besar dikuasai oleh alam bawah sadar. Sehingga tingkah laku banyak didasari oleh hal-hal yang tidak disadari, seperti keinginan atau dorongan. Keinginan atau dorongan yang ditekan akan tetap hidup dalam alam bawah sadar dan sewaktu-waktu akan menuntut untuk dipuaskan.
5.       Teori kognitif
Pendekatan Kognitif Bahwa perilaku kita dipengaruhi oleh proses imitasi/tiruan, dan proses kognisi. Dalam pendekatan kognitif memandang manusia sebagai agen aktif dalam menerima, menggunakan, memanipulasi, dan mengubah informasi. Fokus utama pendekatan kognitif adalah bagaimana kita secara mental menstruktur dan memproses informasi yang datang dari lingkungan. Kita tidak dapat memahami perilaku sosial, jika tanpa mendapatkan informasi dan memprosesnya dalam kognisi.
Dalam pendekatan kognitif Perilaku ditentukan oleh persepsi/cara mengamati seseorang terhadap situasi sosial. Secara spontan dan otomatis, orang mengorganisasikan persepsi, pikiran, dan keyakinannya tentang situasi sosial ke dalam bentuk yang sederhana dan bermakna. [2]
Kecenderungan mengelompokkan objek berdasar beberapa prinsip sederhana seperti: kesamaan (similarity). kedekatan (closure), dan pengalaman masa lalu. Persepsi tentang mana figure (sesuatu yang terlihat lebih mencolok) dan mana ground (latar belakang).
6. Pendekatan fenomenologi           
Pendekatan fenomenologi ini lebih memperhatikan pada pengalaman subyektif individu karena itu tingkah laku sangat dipengaruhi oleh pandangan individu terhadap diri dan dunianya, konsep tentang dirinya, harga dirinya dan segala hal yang menyangkut kesadaran atau aktualisasi dirinya. Ini berarti melihat tingkah laku seseorang selalu dikaitkan dengan fenomena tentang dirinya.[3]

BAB III

PENUTUP

A.  Penutup

Psikologi Sosial yang menjadi objek studinya adalah segala gerak gerik atau tingkah laku yang timbul dalam konteks sosial atau lingkungan sosialnya. Oleh karenanya masalah pokok yang dipelajari adalah pengaruh sosialnya. Psikologi Sosial merupakan bagian dari psikologi yang secara khusus mempelajari tingkah laku manusia atau kegiatan-kegiatan manuisa dalam hubungannya dengan situasi-situasi sosialnya. Psikologi sosial bertujuan untuk mengerti suatu gejala atau fenomena. Dengan mengerti suatu fenomena, kita dapat membuat peramalan-peramalan tentang kapan akan terjadinya fenomena tersebut dan bagaimana hal itu akan terjadi. Selanjutnya, dengan pengertian dan kemampuan peramalan itu, kita dapat mengendalikan fenomena itu sampai batas-batas tertentu.
Dalam memahami ruang-ruang dalam psikologi sosial, kita dapat belajar dalam teori pendekatan-pendekatannya misal; pendekatan dalam bioloogis, belajar, insentif, psikoanalisa, kognitif dan fenomenologi. Dengan pendekatan-pendekatan ini, kita bisa memahami bagaimana terjadinya perilaku-perilaku dalam diri manusia, entah itu perilaku yang bawahannya maupaun karena interaksi sesamanya dan lingkungannya.

B.  Saran

Dalam makalah ini, kita diajarkan untuk bisa mengetahui dan memahami psikologi sosial. Dengan memahami ilmu pengetahuan ini, maka kita akan bisa membuat ramalan-ramalan tentang kehidupan ini.
Oleh sebab itu, kita harus belajar dan terus belajar agar kita bisa mengetahui hal-hal yang masih tersimpan dan hal-hal yang baru.



DAFTAR PUSTAKA


http://ukhybelajar.blogspot.co.id, pendekatan-teori- dalam  psikolog sosia l . html tgl 22/03/2016
[1]http://bk14060.blogspot.co.id, konsep-pendekatan - dan- metode - psikologi. html tgl 22/03/2016
http://hendrapgmi.blogspot.co.id, pengertian- ruang-lingkup-dan tujuan .html.tgl 22/03/2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar