Nama : Sidi Gazalba
Nim : 14010103036
Instansi : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN
Kendari
Prodi : Manajemen Pendidikan Islam (MPI)
Kelas : Mpi B
Perihal : Tugas ini, mengenai bagaimana jika anda
memanejemen suatu perusahaan, lembaga ataupun organisasi untuk meningkatkan
Mutu atau kualitas perusahaan ataupun lembaga tersebut.
Penulis : Dalam tugas ini, penulis ingin mengembangkan
suatu Sekolah agar lembaga tersebut berkualitas/bermutu.
MANEJEMEN MUTU
SEKOLAH
Ketika kita berbicara
mengenai sekolah, terlintas dibenak kita tentang tempat belajar dimana ada
siswa, guru, kepala sekolah dan lain-lain. Sekolah adalah suatu tempat dikumpulkannya
para anak-anak untuk dididik. Tetapi permasalahannya adalah tidak semua sekolah
itu berhasil dalam pembelajaran terhadap anak-anak didik, apakah itu dari sisi
kurikulum, metode pembelajaran, kedisiplinan guru, keahlian dalam menghadapi
anak-anak. Kemudian dari sisi fasilitas sekolah yang kurang misalnya buku-buku
pembelajaran, ruang lab dan lain sebagainya. Ini semua akan mempengaruhi bermutu
tidaknya sekolah tersebut. Untuk itu, pimpinan sekolah harus menyusun
langkah-langkah ataupun strategi dalam memanejemen sekolah tersebut agar dapat
dikatakan berkualitas.
Hal-hal yang perlu di
perhatikan dalam menyusun starategi manajemen mutu sekolah meliputi
perencanaan, ( Visi Misi Sekolah), pelaksanaan, pengawasan, penilaian sampai
dengan perbaikan.
1.
Perencanaan (Visi Misi)
Dalam perencanaan itu, pemimpin sekolah harus
menspisifikasikan apa visi-misi yang di tuju, sederhananya visi misi tersebut
dapat dicapai sekolah dalam jangka pendek/jangka panjang sesuai dengan kondisi
kebutuhan sekolah.
Jika sekolah tersebut dalam masa tahap awal, maka hal
pertama yang dilihat adalah tenaga pendidik/guru. Seorang pemimpin harus
mencari guru yang berkompeten sesuai dengan bidang keilmuannya, yang selanjutnya adalah pengadaan gedung atua
tempat belajar siswa dengan bekerjasama dengan pihak masyarakat selebihnya
pemerintah. Selanjutnya menyusun perencanaan, pengorganisasian, pengawasan dan
penilaian sampai dimana perkembangan berdirinya sekolah tersebut.
Jika sekolah tersebut dalam masa perkembagan (melanjutkan
posisi kepemimpinan) maka yang harus dilihat adalah visi-misi sekolah
tesebut, apakah visi misi sekolah ini jelas, spesifik dengan keadaan sekolah
tersebut atau tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya yang memang harus
dicapai atau dengan kata lain visi misi sekolah ini telah usang memakan waktu
yang lama, sehingga visi misi ini seakan hanya sebagai hiasan sekolah dan
format teks belaka. Jika visi misi tidak sesuai dengan keadaan sekolah tersebut
maka, pemimpin sekolah harus merubah visi misi yang jelas/spesifik dalam
beberapa tahun kedepan dapat berkembang serta pihak sekolah lain harus mengetahui,
dalam jangka waktu itu, sekolah ini harus berhasil mencapai tujuan visi misi
itu. Dengan tujuan yang spisifik itu, keluarga sekolah tersebut akan timbul
semangat dalam bekerjasama antara pihak yayasan, guru, masyarakat, kepala
sekolah, komite sekolah dan pihak lain yang terkait dalam membangun sekolah
tersebut.
Salah satu faktor penting dalam perencanaan mengorganisasi
sebuah sekolah adalah manajemen pembiayaan sekolah. Pembiayaan adalah salah
satu komponen dalam kelancaran aktifitas civitas akademik sekolah. Dengan
pembiayaan yang terorganisir maka segala sesuatu yang berhubungan dengan
kepentingan sekolah akan lancar seperti pembiayaan pembelian buku, alat tulis
menulis sampai dengan pembiayaan gaji guru. Pada dewasa ini, sekolah-sekolah
yang sulit berkembang disebabkan oleh faktor pembiayaan yang tidak sesuai.
Pekerjaan yang begitu banyak dengan gaji yang tidak sesuai ( tidak cukup)
ini kita temukan banyak disekolah-sekolah dan dampaknya pekerjaan pegawai tidak
efektif apakah tenaga pendidik ataupun tenaga kependidikan. Banyak tenaga
pendidik yang tidak masuk karna malas disebabkan dengan gaji yang begitu kurang,
walaupun tidak semuanya guru seperti itu. Ada memang guru yang yang tidak
terlalu mementingkan materi yang ia dapatkan. Ia mempunyai integritas diri yang
tinggi dalam mengajari siswanya. Tetapi alangkah bijak, seorang pimpinan harus
berusaha dalam pembiayaan tenaga pendidik dan kependidikan sesuai dengan
harapan.
Tetapi masalahnya adalah dari mana mendapatkan
anggaran yang cukup untuk membiayai sekolah, apa itu pembiayaan alat tulis
menulis, pembangunan gedung, bangku, meja, gaji para pegawai yang masih honorer
dan biaya-biaya lain. Disinilah peran Pimpinan sekolah untuk mencari sumber
pendapatan pembiayaan sekolah itu dengan mengadakan kerjasama dengan pihak
masyarakat dan selebinya pemerintah, walaupun tidak dipungkiri pengharapan
besar kita mendapatkan bantuan anggaran dari pemerintah. Tetapi alangkah
baiknya jika kita lebih berusaha untuk bekerjasama dengan masyarakat dalam
pembiayaan sekolah. Seorang pimpinan harus membangun kepercayaan masyarakat
bahwa sekolah ini, akan maju dan berkembang. Adapun langkah-langkah dalam
mengadakan kerjasama atau membangun partnership dengan masyarakat :
a. Mengadakan rapat dengan orang tua
wali siswa
Rapat yg
dilaksanankan dengan orang tua wali siswa itu, membicarakan tentang pembiayaan
sekolah meliputi: pengadaan gedung dengan fasilitas yang cukup memenuhi. Dalam
sosialisasi rapat tersebut pimpinan harus meyakinkan bahwa tenaga pendidik
sekolah ini adalah tenaga pendidik yang profesional sesuai dengan bidang
keilmuannya, dengan begitu orang tua wali siswa timbul rasa kepercayaan bahwa
sekolah ini memang betul-betul ingin berkembang dalam pendidikan. Dan pihak
orang tua wali tidak merasa rugi dalam membayar anggaran besar jika pihak
sekolah meminta sebab pembiaayaan tersebut untuk kepentingan perkembangan dan kemajuan
sekolah dan pendidikan anak-anak mereka kelak nanti.
b. Mengadakan sosialisasi dengan
pemerintah Desa
Dalam sosialisasi
tersebut, pihak sekolah menjelaskan tentang visi misi sekolah kedepannya
seperti apa, agar pemerintah desa tau dan ikut bersama dalam membagnun Desa
dari sisi Pendidikan. sebab apabila desa itu dikatakan maju dan berkembang,
maka sektor pendidikan harus dibangun.
c. Mengadakan sosialisasi dengan
masyarakat luas
Dalam sosialisasi
ini, pihak sekolah mengadakan seminar tentang visi misi sekolah dengan
masyarakat luas yang ada di daerah tersebut. Dengan begitu masyarakat luas tau,
bahwa lembaga pendidikan yang ada di daerah mereka dapat berkembang dan maju
dengan bekerjasama dan jika berhasil, sekolah di daerah tersebut akan lebih
unggul ketimbang sekolah-sekolah lain.
Oleh karena itu, jika
masyarakat mau bekerjasama dengan pihak sekolah dalam membangun, maka lembaga
pendidikan didaerah tersebut itu akan berkualitas dan itu semua harus
dikembalikan lagi kepada pimpinan sekolah. Jika pimpinan sekolah tersebut itu
kreatif maka sekolah tersebut akan maju dan sebaliknya.
2. Pelaksanaan tugas
Pelaksanaan tugas adalah hal yang sangat penting dalam
hal apapun. Segala suatu perencanaan tanpa pelaksanaan bagaikan pohon tak
berbuah. Bagaimana kita mengetahui apakah sekolah tersebut berhasil apa tidak
tanpa sebuah pelaksanaan. Walaupun pekerjaan kita telah dilksanakan belum tentu
itu benar, sebab pelaksanaan dapat kita kategorikan sbb :
a. Pelaksanaan profesional
Pelaksanaan
profesional adalah hasil pelaksanaan yang memuaskan apakah itu tenaga pendidik
maupun tenaga kependidikan. Dimana setiap pelalaksanaan yang sesuai dengan
prosedur dan mempunyai nilai tambah, sederhanya misalnya seorang tenaga pendidik yang mempunyai komitmen dalam
bekerja, disiplin dan ada semacam panggilan jiwa untuk benar-benar mengajari
seorang siswa. Artinya ia mengajar tidak mengejar materi agar cepat selesai tetapi
ia mengajari agar peserta didik itu paham tentang materi yang ia bawakan atau berikan
walaupun materi yang diberikan hanya sedikit.
Dalam metode
pembelajaran, seorang guru harus memperhatikan keadaan mutu belajar siswa,
karna kejenuhan belajar para siswa sangat tinggi. Oleh karena itu, tenaga
pendidik harus memilki skill dalam metode belajar, salah satu metode belajar yang
efektif dalam mengambil perhatian anak-anak yaitu dengan cerita-cerita humor,
dengan begitu anak-anak akan kembali semangat dalam belajar.
b. Pelaksanaan non profesional
Pelaksanaan non
profesional adalah pelaksanaan yang tidak sesuai dengan prosedur atau dengan kalimat lain kesenjangan antara
keinginan dengan tujuan. Pimpinan lembaga menginginkan agar tugas atau
kewajiban seorang karyawan dapat terselesaikan dengan baik, tetapi kenyataannya
itu tidak terlaksana. Ini disebabkan oleh beberapa faktor misalnya :
ketidakdisiplinan masuk pada waktu yang ditentukan, sering menunda pekerjaan,
bolos masuk kerja ataupun ketidaktahuan tentang pekerjaan yang geluti atau yang
ia bidangi.
Masalah-masalah ini,
adalah PR bagi pimpinan lembaga untuk mencari jalan keluar, bagaimana para
karyawan itu dapat melaksanakan tugas sesuai prosedur. Pimpinan lembaga harus
menegaskan kembali apa aturan sekolah tersebut tentang kedisiplinan dan memberi
hukuman jika para karyawan tidak mengikuti aturan tersebut.
3. Pengawasan pelaksanaan
Pengawasan adalah kegiatan melihat, memonitor,
memperhatikan, menilai dan membina suatu pekerjaan yang dilakukan oleh
seseorang bawahan atau karyawan dalam sebuah lembaga atau organisasi. Dalam
lembaga pendidikan pengawasan juga dilakukan oleh pimpinan sekolah, guna
melihat bagaimana kinerja dari tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.
Dengan pengawasan, kita dapat menilai mana karyawan
yang mempunyai komitmen bekerja secara jujur, disiplin dan penuh tanggungjawab.
Didalam pengawasan juga, seorang pimpinan tidak hanya melihat dan memperhatikan
karyawannya dalam bekerja, tetapi pimpinan juga harus membina para karyawannya
dengan memberikan masukan-masukan kepada
tenaga pendidik yg belum baik dalam bekerja seperti bagaimana menghadapi para
siswa, metode belajar dan lain-lain. Begitu juga dengan tenaga kependidikan
misalnya, staf pengelola keuangan yaitu bagaimana dalam mengelola pembiayaan
sekolah, berapa persen yang harus keluar. Ini semua harus di kontrol oleh pimpinan,
agar tujuan lembaga sekolah dapat terlaksana dengan semestinya dan menciptakan
lembaga pendidikan yang berkualitas.
4. Penilaian pelaksanaan
Penilaian adalah salah satu tahap dimana segala
sesuatu telah di kerjakan semampu dan semaksimal mungkin oleh tenaga kerja di
sekolah. Penilaian adalah komponen terpenting dalam sebuah konsep manajemen,
apakah itu di perusahaan-perusahaan ataupun di lembaga pendidikan. Dalam hal
ini, penilaian didalam lembaga pendidikan sangat diperlukan, guna untuk melihat
tingkat keberhasilan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan.
Penilaian dari sisi tenaga pendidik atau guru itu
dapat dilihat dari kualitas dan kuatitas peserta didik. Kualitas peserta didik
yang dimaksud adalah pemahaman materi yang diajarkan oleh guru bersangkutan.
Ini dapat dilihat dari ujian mid sampai dengan uas dan keikutsertaan dalam
kompetisi antarsekolah-sekolah.
Penilaian dari sisi kuantitas yang dimaksud disini
adalah banyaknya siswa yang mendapatkan hasil memuaskan dari ujian sekolah yang
mereka jalani. Kurangnya remedial para siswa, menunjukan bahwa tenaga pendidik
yang bersangkutan berhasil dalam menjelaskan materi kepada para siswa dan
siswi.
5. Perbaikan pelaksanaan
Perbaikan adalah tahap dimana seorang pimpinan sekolah
mengambil langkah dalam memperbaiki konsep manajemen sekolah yang keliru.
Pimpinan harus mengubah dengan mengadakan perubahan dalam perencanaan. Di dalam
perubahan meliputi visi-misi, perubahan tata cara pelaksanaan, perubahan
teknologi, dan perubahan perilaku individu dalam budaya oraganisasi atau
lembaga pendidikan.
a. Perubahan visi misi yaitu
perubahan suatu lembaga pendidikan yang belum berkembang menjadi berkembang,
yang belum maju menjadi maju. Dalam perubahan itu, pimpinan harus menyesuaikan
kondisi sekolah. Dengan begitu pimpinan dapat mengetahui mana yang lebih awal
dibangun didalam lembaga tersebut. Konsep perunahan juga harus di sesuaikan
dengan perkembangan zaman agar sekolah tersebut tidak ketinggalan jauh dari
peraban yang sedang berkembang sekarang.
b. Perubahan teknologi adalah
perubahan manual ke aiti. Dengan kata lain perubahan lembaga pendidikan yang
mengenal sistem tehnologi.
c. Perubahan perilaku individu dalam
lembaga
Segala suatu
kebiasaan individu yang melekat lama dalam lembaga pendidikan tersebut dan itu
tidak membuat lembaga tersebut maju melainkan mundur dan membuat jenuh para
siswa seperti masuk jam kerja yang tidak sesuai dengan waktu, bolos dan
lain-lain. Ini akan berdampak pada siswa itu sendiri, dimana mereka pun akan
meniru apa yang dilakukan oleh guru tersebut, karna mereka beranggapan “ buat
apa kami masuk sekolah toh kita juga tidak belajar”. Ungkapan ungkapan
seperti ini jangan sampai keluar dari mulut para siswa. Oleh karena itu
pimpinan sekolah harus merubah budaya individu dengan memberikan pengertian yang
baik kepada mereka, merubah cara pandang individu dalam budaya organisasi.
Pimpinan harus memberikan motivasi dan dorongan kepada tenaga kerja disekolah
tersebut dengan sering melakukan rapat atau seminar terhadap tenaga pendidik
dan tenaga kependidikan di sekolah.
ALAT PENGENDALI MUTU (dalam lembaga
pendidikan)
1.
Check Sheet (Lembar Pengumpul Data)
Check Sheet adalah merupakan alat
yang mutlak diperlukan bagi mereka yang melaksanakan penelitian dan
pengendalian kualitas atau kuantitas barang ataupun jasa.
Dalam mengembangkan mutu lembaga
pendidikan hal yang sangat urgen adalah kepemimpinan (kepala sekolah),
tenaga pendidik dan kependidikan( guru/ staf TU) dan pembiayaan meliputi :
sarana dan prasarana sekolah seperti pembangunan/perehaban gedung sekolah,
bangku, meja, alat tulis menulis, penghapus, papan tulis, runga olahraga, ruang
perpustakaan, ruang mushola, ruang lab (komputer, ipa dll), kamar
mandi/ws sampai dengan pembiayaan gaji pegawai dll.
Untuk dapat menciptakan lambaga yang
berkualitas, maka pihak sekolah harus mengetahui apa yang menjadi kelemahan di
lembaga dengan menggunakan alat pengendali mutu.
Gb. Contoh
pengendalian mutu dengan alat Check Sheet
|
No
|
Jenis kelemahan/cacat
|
Dimensi Ketidakmutuan
|
Jumlah
|
ket
|
|||
|
Sumber daya
|
Cara kerja
|
Produk
|
Jasa
|
||||
|
1
|
Kepemimpinan/Kepala Sekolah
|
6
|
8
|
6
|
5
|
25
|
|
|
2
|
Tenaga pendidik &
kependidikan
|
20
|
25
|
30
|
20
|
95
|
|
|
3
|
Pembiayaan
|
8
|
8
|
12
|
12
|
40
|
|
|
|
Jumlah
|
34
|
41
|
48
|
37
|
160
|
|
Keterangan :
a.
Sumber daya meliputi 1) Manusia yaitu
Kecerdasan, Pendidikan, etos kerja, produktivitas, loyalitas, kepribadian dll.
2) Time yaitu Cepat dan tepat pada waktunya.
b.
Cara Kerja yaitu Cepat, Tepat, Hemat, Efisien, Aman, Optimal, Sinergis.
c.
Produk yaitu ahli, terampilan, berkarakter, mandiri.
d.
Jasa yaitu Keramahan, Keamanan, keterampilan,
Kenyamanan, Kepercayaan, Keterampilan, Kecepatan, Ketepatan, kejujuran,
komunikatif.
2.
Diagram Pareto
Diagram Pareto adalah kombinasi dua
macam bentuk grafik yaitu grafik kolom dan grafik garis, berguna untuk :
a.
menunjukkan
masalah utama/pokok masalah
b.
menyatakan
perbandingan masing-masing masalah terhadap keseluruhan
c.
menunjukkan
perbadingan masalah sebelum dan sesudah perbaikan.
Contoh Diagram Pareto
Data pada Check Sheet dibuat
Stratifikasi :
|
No
|
Jenis kelemahan/ cacat
|
Jumlah
|
%
|
% Komulatif
|
|
2
|
Kepemimpinan
|
95
|
60
|
60
|
|
3
|
Pendidik & Kependidikan
|
40
|
25
|
85
|
|
1
|
Pembiayaan
|
25
|
15
|
100
|
|
|
Jumlah
|
160
|
100
|
|
|
95
|
|
100%
|
|
85%
|
|
40
|
|
25
|
|
60%
|
|
3
|
|
0
|
|
Jenis
cacat :
1.
Kepemimpinan
2.
Pendidik
dan kependidikan
3. pembiayaan
|
|
1
|
|
2
|
|
160
|
3.
Diagram
Sebab Akibat (Fishbone Diagram) Disebut
juga “ Grafik Tulang Ikan”, yaitu diagram yang menunjukkan sebab akibat yang
berguna untuk mencari atau menganalisa sebab-sebab timbulnya masalah sehingga
memudahkan cara mengatasinya.
Penggunaan Analisis Sebab Akibat :
a.
Untuk
mengenal penyebab yang penting
b.
Untuk
memahami semua akibat dan penyebab
c.
Untuk
membandingkan prosedur kerja
d.
Untuk
menemukan pemecahan yang tepat
e.
Untuk
memecahkan hal apa yang harus diilakukan
f.
Untuk
mengembangakan proses
Contoh diagram Sebab Akibat (tulang Ikan) :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar