Selasa, 29 Mei 2018

MANEJEMEN MUTU


Nama                              : Sidi Gazalba
Nim                                   : 14010103036
Instansi                         : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Kendari
Prodi                                : Manajemen Pendidikan Islam (MPI)
Kelas                                : Mpi B
Perihal                            :  Tugas ini, mengenai bagaimana jika anda memanejemen suatu perusahaan, lembaga ataupun organisasi untuk meningkatkan Mutu atau kualitas perusahaan ataupun lembaga tersebut.
Penulis                           :  Dalam tugas ini, penulis ingin mengembangkan suatu Sekolah agar lembaga tersebut berkualitas/bermutu.


MANEJEMEN MUTU SEKOLAH

Ketika kita berbicara mengenai sekolah, terlintas dibenak kita tentang tempat belajar dimana ada siswa, guru, kepala sekolah dan lain-lain. Sekolah adalah suatu tempat dikumpulkannya para anak-anak untuk dididik. Tetapi permasalahannya adalah tidak semua sekolah itu berhasil dalam pembelajaran terhadap anak-anak didik, apakah itu dari sisi kurikulum, metode pembelajaran, kedisiplinan guru, keahlian dalam menghadapi anak-anak. Kemudian dari sisi fasilitas sekolah yang kurang misalnya buku-buku pembelajaran, ruang lab dan lain sebagainya. Ini semua akan mempengaruhi bermutu tidaknya sekolah tersebut. Untuk itu, pimpinan sekolah harus menyusun langkah-langkah ataupun strategi dalam memanejemen sekolah tersebut agar dapat dikatakan berkualitas.
Hal-hal yang perlu di perhatikan dalam menyusun starategi manajemen mutu sekolah meliputi perencanaan, ( Visi Misi Sekolah), pelaksanaan, pengawasan, penilaian sampai dengan perbaikan.
1.        Perencanaan (Visi Misi)
Dalam perencanaan itu, pemimpin sekolah harus menspisifikasikan apa visi-misi yang di tuju, sederhananya visi misi tersebut dapat dicapai sekolah dalam jangka pendek/jangka panjang sesuai dengan kondisi kebutuhan sekolah.

Jika sekolah tersebut dalam masa tahap awal, maka hal pertama yang dilihat adalah tenaga pendidik/guru. Seorang pemimpin harus mencari guru yang berkompeten sesuai dengan bidang keilmuannya,  yang selanjutnya adalah pengadaan gedung atua tempat belajar siswa dengan bekerjasama dengan pihak masyarakat selebihnya pemerintah. Selanjutnya menyusun perencanaan, pengorganisasian, pengawasan dan penilaian sampai dimana perkembangan berdirinya sekolah tersebut.

Jika sekolah tersebut dalam masa perkembagan (melanjutkan posisi kepemimpinan) maka yang harus dilihat adalah visi-misi sekolah tesebut, apakah visi misi sekolah ini jelas, spesifik dengan keadaan sekolah tersebut atau tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya yang memang harus dicapai atau dengan kata lain visi misi sekolah ini telah usang memakan waktu yang lama, sehingga visi misi ini seakan hanya sebagai hiasan sekolah dan format teks belaka. Jika visi misi tidak sesuai dengan keadaan sekolah tersebut maka, pemimpin sekolah harus merubah visi misi yang jelas/spesifik dalam beberapa tahun kedepan dapat berkembang serta pihak sekolah lain harus mengetahui, dalam jangka waktu itu, sekolah ini harus berhasil mencapai tujuan visi misi itu. Dengan tujuan yang spisifik itu, keluarga sekolah tersebut akan timbul semangat dalam bekerjasama antara pihak yayasan, guru, masyarakat, kepala sekolah, komite sekolah dan pihak lain yang terkait dalam membangun sekolah tersebut.

Salah satu faktor penting dalam perencanaan mengorganisasi sebuah sekolah adalah manajemen pembiayaan sekolah. Pembiayaan adalah salah satu komponen dalam kelancaran aktifitas civitas akademik sekolah. Dengan pembiayaan yang terorganisir maka segala sesuatu yang berhubungan dengan kepentingan sekolah akan lancar seperti pembiayaan pembelian buku, alat tulis menulis sampai dengan pembiayaan gaji guru. Pada dewasa ini, sekolah-sekolah yang sulit berkembang disebabkan oleh faktor pembiayaan yang tidak sesuai. Pekerjaan yang begitu banyak dengan gaji yang tidak sesuai ( tidak cukup) ini kita temukan banyak disekolah-sekolah dan dampaknya pekerjaan pegawai tidak efektif apakah tenaga pendidik ataupun tenaga kependidikan. Banyak tenaga pendidik yang tidak masuk karna malas disebabkan dengan gaji yang begitu kurang, walaupun tidak semuanya guru seperti itu. Ada memang guru yang yang tidak terlalu mementingkan materi yang ia dapatkan. Ia mempunyai integritas diri yang tinggi dalam mengajari siswanya. Tetapi alangkah bijak, seorang pimpinan harus berusaha dalam pembiayaan tenaga pendidik dan kependidikan sesuai dengan harapan.

Tetapi masalahnya adalah dari mana mendapatkan anggaran yang cukup untuk membiayai sekolah, apa itu pembiayaan alat tulis menulis, pembangunan gedung, bangku, meja, gaji para pegawai yang masih honorer dan biaya-biaya lain. Disinilah peran Pimpinan sekolah untuk mencari sumber pendapatan pembiayaan sekolah itu dengan mengadakan kerjasama dengan pihak masyarakat dan selebinya pemerintah, walaupun tidak dipungkiri pengharapan besar kita mendapatkan bantuan anggaran dari pemerintah. Tetapi alangkah baiknya jika kita lebih berusaha untuk bekerjasama dengan masyarakat dalam pembiayaan sekolah. Seorang pimpinan harus membangun kepercayaan masyarakat bahwa sekolah ini, akan maju dan berkembang. Adapun langkah-langkah dalam mengadakan kerjasama atau membangun partnership dengan masyarakat  :

a.      Mengadakan rapat dengan orang tua wali siswa
Rapat yg dilaksanankan dengan orang tua wali siswa itu, membicarakan tentang pembiayaan sekolah meliputi: pengadaan gedung dengan fasilitas yang cukup memenuhi. Dalam sosialisasi rapat tersebut pimpinan harus meyakinkan bahwa tenaga pendidik sekolah ini adalah tenaga pendidik yang profesional sesuai dengan bidang keilmuannya, dengan begitu orang tua wali siswa timbul rasa kepercayaan bahwa sekolah ini memang betul-betul ingin berkembang dalam pendidikan. Dan pihak orang tua wali tidak merasa rugi dalam membayar anggaran besar jika pihak sekolah meminta sebab pembiaayaan tersebut untuk kepentingan perkembangan dan kemajuan sekolah dan pendidikan anak-anak mereka kelak nanti.

b.      Mengadakan sosialisasi dengan pemerintah Desa
Dalam sosialisasi tersebut, pihak sekolah menjelaskan tentang visi misi sekolah kedepannya seperti apa, agar pemerintah desa tau dan ikut bersama dalam membagnun Desa dari sisi Pendidikan. sebab apabila desa itu dikatakan maju dan berkembang, maka sektor pendidikan harus dibangun.

c.       Mengadakan sosialisasi dengan masyarakat luas
Dalam sosialisasi ini, pihak sekolah mengadakan seminar tentang visi misi sekolah dengan masyarakat luas yang ada di daerah tersebut. Dengan begitu masyarakat luas tau, bahwa lembaga pendidikan yang ada di daerah mereka dapat berkembang dan maju dengan bekerjasama dan jika berhasil, sekolah di daerah tersebut akan lebih unggul ketimbang sekolah-sekolah lain.

Oleh karena itu, jika masyarakat mau bekerjasama dengan pihak sekolah dalam membangun, maka lembaga pendidikan didaerah tersebut itu akan berkualitas dan itu semua harus dikembalikan lagi kepada pimpinan sekolah. Jika pimpinan sekolah tersebut itu kreatif maka sekolah tersebut akan maju dan sebaliknya.
2.      Pelaksanaan tugas
Pelaksanaan tugas adalah hal yang sangat penting dalam hal apapun. Segala suatu perencanaan tanpa pelaksanaan bagaikan pohon tak berbuah. Bagaimana kita mengetahui apakah sekolah tersebut berhasil apa tidak tanpa sebuah pelaksanaan. Walaupun pekerjaan kita telah dilksanakan belum tentu itu benar, sebab pelaksanaan dapat kita kategorikan sbb :

a.      Pelaksanaan profesional
Pelaksanaan profesional adalah hasil pelaksanaan yang memuaskan apakah itu tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan. Dimana setiap pelalaksanaan yang sesuai dengan prosedur dan mempunyai nilai tambah, sederhanya misalnya seorang  tenaga pendidik yang mempunyai komitmen dalam bekerja, disiplin dan ada semacam panggilan jiwa untuk benar-benar mengajari seorang siswa. Artinya ia mengajar tidak mengejar materi agar cepat selesai tetapi ia mengajari agar peserta didik itu paham tentang materi yang ia bawakan atau berikan walaupun materi yang diberikan hanya sedikit.

Dalam metode pembelajaran, seorang guru harus memperhatikan keadaan mutu belajar siswa, karna kejenuhan belajar para siswa sangat tinggi. Oleh karena itu, tenaga pendidik harus memilki skill dalam metode belajar, salah satu metode belajar yang efektif dalam mengambil perhatian anak-anak yaitu dengan cerita-cerita humor, dengan begitu anak-anak akan kembali semangat dalam belajar.

b.      Pelaksanaan non profesional
Pelaksanaan non profesional adalah pelaksanaan yang tidak sesuai dengan prosedur  atau dengan kalimat lain kesenjangan antara keinginan dengan tujuan. Pimpinan lembaga menginginkan agar tugas atau kewajiban seorang karyawan dapat terselesaikan dengan baik, tetapi kenyataannya itu tidak terlaksana. Ini disebabkan oleh beberapa faktor misalnya : ketidakdisiplinan masuk pada waktu yang ditentukan, sering menunda pekerjaan, bolos masuk kerja ataupun ketidaktahuan tentang pekerjaan yang geluti atau yang ia bidangi.

Masalah-masalah ini, adalah PR bagi pimpinan lembaga untuk mencari jalan keluar, bagaimana para karyawan itu dapat melaksanakan tugas sesuai prosedur. Pimpinan lembaga harus menegaskan kembali apa aturan sekolah tersebut tentang kedisiplinan dan memberi hukuman jika para karyawan tidak mengikuti aturan tersebut.

3.      Pengawasan pelaksanaan
Pengawasan adalah kegiatan melihat, memonitor, memperhatikan, menilai dan membina suatu pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang bawahan atau karyawan dalam sebuah lembaga atau organisasi. Dalam lembaga pendidikan pengawasan juga dilakukan oleh pimpinan sekolah, guna melihat bagaimana kinerja dari tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

Dengan pengawasan, kita dapat menilai mana karyawan yang mempunyai komitmen bekerja secara jujur, disiplin dan penuh tanggungjawab. Didalam pengawasan juga, seorang pimpinan tidak hanya melihat dan memperhatikan karyawannya dalam bekerja, tetapi pimpinan juga harus membina para karyawannya dengan memberikan  masukan-masukan kepada tenaga pendidik yg belum baik dalam bekerja seperti bagaimana menghadapi para siswa, metode belajar dan lain-lain. Begitu juga dengan tenaga kependidikan misalnya, staf pengelola keuangan yaitu bagaimana dalam mengelola pembiayaan sekolah, berapa persen yang harus keluar. Ini semua harus di kontrol oleh pimpinan, agar tujuan lembaga sekolah dapat terlaksana dengan semestinya dan menciptakan lembaga pendidikan yang berkualitas.

4.      Penilaian pelaksanaan
Penilaian adalah salah satu tahap dimana segala sesuatu telah di kerjakan semampu dan semaksimal mungkin oleh tenaga kerja di sekolah. Penilaian adalah komponen terpenting dalam sebuah konsep manajemen, apakah itu di perusahaan-perusahaan ataupun di lembaga pendidikan. Dalam hal ini, penilaian didalam lembaga pendidikan sangat diperlukan, guna untuk melihat tingkat keberhasilan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan.

Penilaian dari sisi tenaga pendidik atau guru itu dapat dilihat dari kualitas dan kuatitas peserta didik. Kualitas peserta didik yang dimaksud adalah pemahaman materi yang diajarkan oleh guru bersangkutan. Ini dapat dilihat dari ujian mid sampai dengan uas dan keikutsertaan dalam kompetisi antarsekolah-sekolah.

Penilaian dari sisi kuantitas yang dimaksud disini adalah banyaknya siswa yang mendapatkan hasil memuaskan dari ujian sekolah yang mereka jalani. Kurangnya remedial para siswa, menunjukan bahwa tenaga pendidik yang bersangkutan berhasil dalam menjelaskan materi kepada para siswa dan siswi.

5.      Perbaikan pelaksanaan
Perbaikan adalah tahap dimana seorang pimpinan sekolah mengambil langkah dalam memperbaiki konsep manajemen sekolah yang keliru. Pimpinan harus mengubah dengan mengadakan perubahan dalam perencanaan. Di dalam perubahan meliputi visi-misi, perubahan tata cara pelaksanaan, perubahan teknologi, dan perubahan perilaku individu dalam budaya oraganisasi atau lembaga pendidikan.
a.      Perubahan visi misi yaitu perubahan suatu lembaga pendidikan yang belum berkembang menjadi berkembang, yang belum maju menjadi maju. Dalam perubahan itu, pimpinan harus menyesuaikan kondisi sekolah. Dengan begitu pimpinan dapat mengetahui mana yang lebih awal dibangun didalam lembaga tersebut. Konsep perunahan juga harus di sesuaikan dengan perkembangan zaman agar sekolah tersebut tidak ketinggalan jauh dari peraban yang sedang berkembang sekarang.
b.      Perubahan teknologi adalah perubahan manual ke aiti. Dengan kata lain perubahan lembaga pendidikan yang mengenal sistem tehnologi.
c.       Perubahan perilaku individu dalam lembaga
Segala suatu kebiasaan individu yang melekat lama dalam lembaga pendidikan tersebut dan itu tidak membuat lembaga tersebut maju melainkan mundur dan membuat jenuh para siswa seperti masuk jam kerja yang tidak sesuai dengan waktu, bolos dan lain-lain. Ini akan berdampak pada siswa itu sendiri, dimana mereka pun akan meniru apa yang dilakukan oleh guru tersebut, karna mereka beranggapan “ buat apa kami masuk sekolah toh kita juga tidak belajar”. Ungkapan ungkapan seperti ini jangan sampai keluar dari mulut para siswa. Oleh karena itu pimpinan sekolah harus merubah budaya individu dengan memberikan pengertian yang baik kepada mereka, merubah cara pandang individu dalam budaya organisasi. Pimpinan harus memberikan motivasi dan dorongan kepada tenaga kerja disekolah tersebut dengan sering melakukan rapat atau seminar terhadap tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah.






ALAT PENGENDALI MUTU (dalam lembaga pendidikan)
1.     Check Sheet (Lembar Pengumpul Data)
Check Sheet adalah merupakan alat yang mutlak diperlukan bagi mereka yang melaksanakan penelitian dan pengendalian kualitas atau kuantitas barang ataupun jasa.

Dalam mengembangkan mutu lembaga pendidikan hal yang sangat urgen adalah kepemimpinan (kepala sekolah), tenaga pendidik dan kependidikan( guru/ staf TU) dan pembiayaan meliputi : sarana dan prasarana sekolah seperti pembangunan/perehaban gedung sekolah, bangku, meja, alat tulis menulis, penghapus, papan tulis, runga olahraga, ruang perpustakaan, ruang mushola, ruang lab (komputer, ipa dll), kamar mandi/ws sampai dengan pembiayaan gaji pegawai dll.

Untuk dapat menciptakan lambaga yang berkualitas, maka pihak sekolah harus mengetahui apa yang menjadi kelemahan di lembaga dengan menggunakan alat pengendali mutu.

Gb. Contoh pengendalian mutu dengan alat Check Sheet
No
Jenis kelemahan/cacat
Dimensi Ketidakmutuan
Jumlah
ket
Sumber daya
Cara kerja
Produk
Jasa
1
Kepemimpinan/Kepala Sekolah
6
8
6
5
25

2
Tenaga pendidik & kependidikan
20
25
30
20
95

3
Pembiayaan
8
8
12
12
40


Jumlah
34
41
48
37
160


Keterangan :

a.    Sumber daya meliputi 1) Manusia yaitu Kecerdasan, Pendidikan, etos kerja, produktivitas, loyalitas, kepribadian dll. 2) Time yaitu Cepat dan tepat pada waktunya.
b.   Cara Kerja yaitu Cepat, Tepat, Hemat, Efisien, Aman, Optimal, Sinergis.
c.    Produk yaitu ahli, terampilan, berkarakter, mandiri.
d.   Jasa yaitu Keramahan, Keamanan, keterampilan, Kenyamanan, Kepercayaan, Keterampilan, Kecepatan, Ketepatan, kejujuran, komunikatif.   


2.    Diagram Pareto
Diagram Pareto adalah kombinasi dua macam bentuk grafik yaitu grafik kolom dan grafik garis, berguna untuk :
a.    menunjukkan masalah utama/pokok masalah
b.   menyatakan perbandingan masing-masing masalah terhadap keseluruhan
c.    menunjukkan perbadingan masalah sebelum dan sesudah perbaikan.

Contoh Diagram Pareto
Data pada Check Sheet dibuat Stratifikasi :

No
Jenis kelemahan/ cacat
Jumlah
%
% Komulatif
2
Kepemimpinan
95
60
60
3
Pendidik & Kependidikan
40
25
85
1
Pembiayaan
25
15
100

Jumlah
160
100


95
100%
85%
40
25
60%
3
0
Jenis cacat :
1.        Kepemimpinan
2.       Pendidik dan kependidikan
3.       pembiayaan
1
2
160
 
























                                             



3.    Diagram Sebab Akibat (Fishbone Diagram) Disebut juga “ Grafik Tulang Ikan”, yaitu diagram yang menunjukkan sebab akibat yang berguna untuk mencari atau menganalisa sebab-sebab timbulnya masalah sehingga memudahkan cara mengatasinya.

Penggunaan Analisis Sebab Akibat :

a.    Untuk mengenal penyebab yang penting
b.   Untuk memahami semua akibat dan penyebab
c.    Untuk membandingkan prosedur kerja
d.   Untuk menemukan pemecahan yang tepat
e.    Untuk memecahkan hal apa yang harus diilakukan
f.     Untuk mengembangakan proses

Contoh diagram Sebab Akibat (tulang  Ikan) :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar